Kegunaan Clamp Meter

Kegunaan Clamp Meter – Ketika melakukan pengukuran pada aliran konduktor, umumnya kita harus memutuskan terlebih dahulu kabel yang tersambung. Peristiwa ini jelas akan memakan banyak waktu yang lama dan tidak efisien. Dengan perkembangan zaman, saat ini sudah ada alat yang bernama Clamp Meter.

Clampp

Pengertian Clamp Meter

Clamp meter merupakan suatu instrumen yang bermanfaat untuk melakukan pengukuran arus pada konduktor tanpa memutuskan sirkuitnya. Clamp meter mempunyai bagian penjepit yang bermanfaat sebagai pengukur arus dengan hanya menjepit kabel saja. Alat ini memiliki kesamaan dengan multimeter. Bedanya clamp meter jelas lebih praktis dari pada multimeter.

Kegunaan Clamp Meter

  • Berguna untuk melakukan pengukuran tegangan listrik, arus listrik dan resistansi atau tahanan.
  • Berguna untuk melaksanakan pengukuran temperatur, frekuensi dan induksi.
  • Bermanfaat untuk melakukan pengecekan koneksi antar arus pada kabel.
  • Berfungsi sebagai pengukuran kapasitor eletktrolit.

Cara memakai Clamp Meter

Tentukan konduktor yang akan diukur

Instrumen ini dapat membaca suatu konduktor listrik dengan baik. Anda tidak perlu memutuskan kabel lintasan. Setelah kalian menentukan konduktornya, sebaiknya instrumen ini jangan dialiri listrik terlebih dahulu. Pastikan konduktor atau kabel dalam posisi tidak terhubung listrik, selanjutnya jepit clamp meter pada kabel atau konduktor. Setelah dijepit barulah kita menghidupkan listrik. Tujuan memutuskan listrik pada saat menjepit konduktor ialah untuk keamanan si pemakai alat ini.

Pilihlah fungsi dan jangkauan yang sesuai

Untuk menentukan manfaat dan jarak yang tepat kita perlu memutar rotary pada clamp meter. Selain itu konduktornya juga harus mempunyai nilai tegangan yang kurang dari 600V.  Jika konduktor tegangan mempunyai nilai melebihi batas yang sudah ditentukan maka berpotensi merusak alat yang akan dilakukan pengukuran. Clamp meter juga tidak bisa mendeteksi niai tegangan yang melebihi 600V. Jika anda tidak yakin pada tegangan dan jangkauan yang ada, maka anda bisa memilih jangkauan tinggi dan menyesuaikannya secara bertahap.

Jepit konduktor

Selanjutnya buka dan jepitkan rahang penjepit clamp meter pada konduktor yang ada. Dan kita wajib memastikan listrik dalam keadaan mati untuk keselamatan anda semua.

Pakailah pemisah garis AC

Ketika kita melakukan pengukuran arus AC, kadang clamp meter memberikan hasil yang salah. Dengan begitu, kita perlu menyambung jalur pemisah AC pada konduktor listrik lalu konduktor listrik tersebut disambungkan pada jalur pemisahnya. Selanjutnya jepit meteran pada pemisah AC untuk melihat hasilnya.

Ukurlah Tegangan

Selanjutnya kita atur meteran yang terdapat pada penjepit sampai membentuk huruf “V” yang berguna untuk membaca tegangan pada konduktor. Dan hubungkan juga probe hitam dengan com jack dan probe berwarna merah dengan V/O jack.

 

Jenis-Jenis Anemometer

Jenis-Jenis Anemometer – Angin ialah suatu udara yang berpindah yang diakibatkan adanya rotasi bumi serta perbedaan tekanan udara di tempat sekitarnya. Angin awalnya berpindah dari tempat udara yang tinggi menuju udara yang lebih rendah. Angin yang dipanaskan akan terjadi peristiwa memuai, udara yang memuai akan  menjadi lebih ringan sehingga akan naik. Ketika peristiwa ini terjadi maka tekanan udara akan menurun yang ditimbulkan kondisi udara yang berkurang. Dan udara dingin akan mengalir ke daerah yang bertekanan udara rendah dan udara akan mengalami penyusutan sampai turun kebawah. Dibawah udara akan menjadi panas lagi dan akan naik kembali. Peristiwa naik turunnya udara merupakan konveksi.

Jenis-jenis anemometer

Angin sekarang sudah dapat diukur menggunakan alat bernama anemometer. Anemometer berfungsi menguji dan mengukur kecepatan pada angin. Anemometer dibedakan menjadi dua yaitu anemometer sebagai pengukur kecepatan angin dan anemometer sebagai pengukur tekanan angin.

Anemometer Kecepatan Angin

  1. Acoustic Resonance Anemometers : Anemometer jenis ini adalah jenis anemometer yang paling baru, jenis anemometer ini sangat bergantung pada waktu pengukuran penerbangan.
  2. Cup Anemometers : Anemometer ini ialah jenis yang paling biasa, jenis anemometer ini mempunyai 3 cup berbentuk setengah lingkaran yang terdapat pada ujung tiap gagang. Jenis anemometer ini biasa dimanfaatkan pada standar industri yang berguna untuk penilaian studi sumber daya angin.
  3. Hot-wire Anemometers : Anemometer ini menggunakan kawat yang sangat halus dan akan dipanaskan. Frekuensi pada anemometer terbilang sangat tinggi serta resolusi yang baik dibanding dengan cara pengukuran lainnya. Maka dari itu jenis anemometer ini hampir universal dimanfaatkan pada studi rinci arus turbulen.

Anemometer Tekanan Angin

  1. Plate Anemometers : Anemometer ini adalah jenis anemometer paling awal yang memakai piring datar yang diletakan dari atas dan angin akan melewati piringan tersebut. Anemometer jenis ini akan bekerja lebih optimal ketika pada tempat yang tinggi.
  2. Tube Anemometers : Anemometer ini terdiri dari kaca tabung yang membentuk huruf U dan berisi cairan pengukur tekanan. Anemometer ini adalah jenis anemometer paling sederhana dan terkenal. Perubahan cairan yang dihasilkan adalah indikasi dari kecepatan angin tersebut.

 

Pencahayaan di Tempat Kerja

Pencahayaan di Tempat Kerja – Pencahayaan atau yang sering disebut lighting adalah faktor yang sangat besar untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman yang sangat berkaitan erat dengan produktivitas manusia dalam melaksanakan pekerjaannya. Pencahayaan yang bagus juga memungkinkan orang untuk melihat objek disekitar yang dikerjaan secara jelas, cepat dan tepat. Light meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya.

pencahayaan ditempat kerja

Jenis-jenis Pencahayaan :

  1. Pencahayaan alami ialah sumber cahaya yang berasal cahaya sinar matahari. Biasanya sinar alami ini memiliki banyak keuntungan seperti menghemat energi listrik dan juga bisa untuk membunuh kuman dan bibit-biti penyakit disekitar ruangan. Pencahayaan ini bisa didapat bersama masuknya cahaya matahari yang masuk kedalam ruangan melewati jendela ataupun celah dari bangunan itu sendiri.
  2. Pencahayaan buatan ialah pencahaayan yang  biasanya ditimbulkan dari cahaya selain cahaya alami. Pencahayaan ini sangat dibutuhkan apabila pencahayaan alami tidak bisa kita peroleh atau pencahayaan alami tidak mencukupi.

Pengertian tempat kerja berdasar UU no 1 tahun 1970  merupakan ruangan atau lapangan baik tertutup atau terbuka yang berpindah ataupun menetap dan biasanya terdapat orang yang bekerja atau pegawai yang bekerja untuk keperluan suatu usaha atau yang lainnya.

Light Meter berfungsi untuk mengukur intensitas cahaya, maka dari itu dengan menggunakan alat ini dapat mengatur kualitas cahaya baik ditempat kerja ataupun yang lainnya.

Pencahayaan ditempat kerja sangatlah penting karena secara umum manusia melangsungkan pekerjaannya sebagian besar memakai mata. Dan apabila pencahayaan ditempat kerja kurang maka pekerjaan yang dihasilkan tidak akan maksimal.

Berikut kualitas pencahayaan yang baik di tempat kerja :

  • Brightness Distribution ialah kontras tinggi yang cocok untuk melakukan penerimaan detail, variasi yang berlebih pada luminasi juga menimbulkan munculnya masalah. Dan perbandingan kontras cahaya pada tempat kerja tidak lebih dari 3 sampai 1.
  • Silau, Cahaya yang sangat silau juga sangat mengganggu terutama di lingkungan kerja.
  • Bayang-bayang yang tajam adalah akibat dari adanya sumber cahaya buatan yang kecil atau berasal dari cahaya matahari langsung.
  • Background, Latar belakang pada tempat kerja sebetulnya dibuat sederhana karena jika latar belakang yang kacau harus dihindari.

 

Alat Pendeteksi Keretakan Pada Dinding

Alat Pendeteksi Keretakan Pada Dinding – Dinding ialah poin yang sangat penting bagi sebuah bangunan. Fungsi dari dinding sendiri biasanya untuk memikul beban di atasnya, sebagai pembatas, melindungi dari panas dan dinginnya udara. Walaupun dinding terlihat kokoh, pasti kalian pernah menjumpai dinding yang memiliki keretakan atau bergelembung.

flaw detect

Masalah seperti ini sebaiknya tidak dianggap sepele, bukan tidak mungkin keretakan ini akan berdampak masalah yang lebih besar dan berbahaya. Memang ada beberapa hal yang menjadi akibat keretakan pada dinding. Keretakan sendiri dapat diukur dengan memakai alat yang bernama flaw detector, alat ini berguna untuk mendeteksi kecacatan atau retakan besar ataupun kecil.

Kita lihat beberapa akibat keretakan pada dinding :

  • Air merupakan penyebab yang sudah sangat umum timbulnya keretakan pada tembok dan beton. Air akan mendorong tembok dan beton ketas dikarenakan adanya tekanan hidrostatik.Genangan air yang berada di bawah rumah dikarenakan adanya kerusakan pada saluran air atau karena tingginya curah hujan.
  • Akar pohon dekat rumah juga menjadi penyebab terjadinya keretakan pada tembok atau beton. Akar akan terus tumbuh dan mendorong pondasi tembok ataupun beton yang menyebabkan keretakan ini terjadi.
  • Kualitas pembangunan yang terburu-buru juga mempunyai dampak bahaya bagi bangunan itu sendiri. Kesalahan-kesalahan inilah yang mengakibatkan masalah besar pada kemudian hari.
  • Tanah juga sangat berpengaruh dalam pembuatan sebuah bangunan. Tanah dapat mengembang dan berkontraksi seiring dengan waktu karena beban yang dikenakan padanya.
  • Usia bangunan juga berpengaruh terhadap keretakan sebuah bangunan. Karena pada dasarnya tak ada bangunan yang abadi. Dan semuanya harus diperbaiki untuk mengurangi dampak masalah tersebut.

Secara umum keretakan memiliki dua jenis yaitu retak struktur dan retak nonstruktur, berikut ini merupakan retak struktur dan nonstruktur.

Retak struktur merupakan jenis retakan yang sangat berbahaya pada kekokohan sebuah bangunan. Ciri yang paling utama pada keretakan jenis ini merupakan lebar dari keretakannya lebih dari 2mm dan menembus pada sisi dinding lainnya.

Faktor penyebab retak struktur adalah:

  • Penurunan atau pergeseran pada pondasi yang diakibatkan oleh tanah yang kurang baik.
  • Tidak adanya kesesuaian pada pondasi dengan beban yang dipikulnya.
  • Kerusakan pada tiang yang diakibatkan keretakan karena kurangnya jumlah tulangan besi.

Retakan jenis ini memerlukan penanganan yang serius dan dana yang diperlukannya pun terbilang besar dikarenakan untuk memperkuat agar struktur bangunan tidak bergerak, retak struktur dibedakan menjadi 2 yaitu retak tarik dan retak tekan.

Retak nonstruktur sebenarnya tidak mempunyai efek yang membahayakan akan tetapi keretakan ini akan mengurangi nilai keindahan pada bangunan. Ciri yang disebabkan dari keretakan ini yaitu munculnya garis-garis kecil dengan posisi yang tidak beraturan. Retak nonstruktur dibagi menjadi tiga jenis yaitu crazing, map cracking dan retak susut atau shrinkage.

 

Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah

Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah – Konduktometri adalah cara analisis kimia berdasar pada daya hantar dari larutan. Daya hantar listrik pada larutan juga bergantung pada jenis dan konsentrasi ion larutan. Daya hantar listrik juga berhubungan dengan pergerakan ion larutan akan mudah bergerak jika daya hantar listriknya besar. Daya hantar listrik juga kebalikan dari tahanan dan daya hantar listrik memegang satuan ohm-3. Jika arus listrik dialirkan pada larutan melewati dua electroda maka daya listrik akan berbanding lurus dengan dua bidang electroda tersebut dan berbanding terbalik jarak kedua electroda.

Elektrolit kuat dan lemah

Konduktivitas larutan ini dapat diukur memanfaatkan alat yang bernama Conductivity Meter. Alat ini bermanfaat sebagai pengukur nilai konduktivitas listrik pada larutan atau cairan. Prinsip kerja conductivity meter yaitu jika ion pada mineral semakin banyak maka semakin besar pula kemampuan larutan menghantarkan listrik.

Konduktivitas juga memiliki tujuan, berikut adalah tujuan konduktivitas larutan:

  • Untuk memahami nilai hantaran pada larutan.
  • Untuk memahami kuat tidaknya jenis larutan.
  • Untuk mengenal cara pemakaian conductivity meter.

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi alat conductivity meter mempunyai dua susuan electroda yang dirangkai dengan sumber tegangan serta sebuah ampere meter. Elektrode-elektrode tersebut diatur sehingga memiliki jarak tertentu antara keduanya. Dan pada saat melakukan pengukuran kedua elektrode tersebut dicelupkan pada sample dan diberikan tegangan besar.

Elektrolit ialah senyawa yang dapat terdiosisasi saat dilarutkan dalam air membentuk ion (anion dan kation) dan bersifat menghantarkan listrik. Senyawa yang dimaksud ialah asam, basa, garam yang bisa menghantarkan listrik melalui larutan tersebut dan elektron akan bergerak  diantara ion.

Elektrolit kuat berisi kalium, klorida, natrium, hidroksida, natrium, nitrat terionisasi sempurna menjadi ion-ion pada larutan. Elektrolit yang terionisasi sempurna itulah yang dinamakan elektrolit kuat.

Elektrolit lemah merupakan nilai dari senyawa yang terdiosisasi sebagian air. Pada larutan ini ion akan membentuk keseimbangkan dengan unsur yang tak terdiosisasi.

Non elektronik ialah sebuah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik dikarenakan tidak adanya ion. Senyawa non elektronik biasanya ialah senyawa konvaler polar dan non polar yang terlarut pada molekul.

 

Fungsi Hardness Tester

Fungsi Hardness Tester – Besi ialah unsur kimia yang memiliki simbol Fe atau bahasa latinnya ferrum dan nomor atom 26. Besi ini adalah logam pada deret transisi utama. Besi juga merupakan unsur keempat terbesar pada permukaan kerak bumi.

Hardness.JPG

Besi juga banyak digunakan manusia sebagai keperluan dalam membuat bangunan karena sifat besi sendiri yang kuat. Maka dari itu sekarang sudah ada alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan ketahanan dari besi, sebenarnya bukan hanya untuk mengukur besi, tapi masih banyak seperti, batu, baja, logam, kayu dan lain-lain. Fungsi alat ini tentunya untuk mengukur seberapa kuat dari bahan tersebut agar pada saat digunakan dalam pekerjaan tahu apakah bahan tersebut safety atau tidak.

Alat yang dimaksud adalah Hardness Tester, alat ini banyak diperjual belikan di toko-toko ataupun media-media online alat ukur dan alat tester. Logam besi harganya juga tergolong murah, dan untuk mencegah besi menjadi berkarat kita melapisinya dengan cat, plastik untuk menyingkirkan air pada permukaan besi. Besi juga digunakan sebagai campuran untuk membuat baja, dan ukuran baja jelas lebih kuat dari besi tanpa campuran. Kekuatan baja bisa mencapai 1000 kali lipat dibanding dengan besi yang menjadi bahan campuran pembuatan baja.

Sifat Fisik Besi

Besi memiliki sifat yang elastis dan lunak, elastis yang dimaksud adalah dapat ditarik tanpa putus, sedangkan lunak yang dimaksud dapat ditempa dan bisa dibentuk menjadi berbagai bentuk. Besi juga memiliki sifat daya tarik yang sangat tinggi, dan besi sangat mudah untuk dibengkokan, digulung, dipotong, dibentuk maupun dicampur dengan logam lainnya. Titik lebur dari besi murni adalah 1536 C atau sekitar 2797 F dan titik didih sebesar 3000 C (5400 F). Besi mempunyai densitas atau kerapatan 7,87 gram/cm3.

Sifat Kimia Besi

Besi mempunyai sifat yang sangat aktif, besi mudah bereaksi dengan oksigen yang mengakibatkan besi menjadi berkarat (oksidasi besi Fe2O3). Besi juga bisa bereaksi dengan air dan uap yang menimbulkan hidrogen. Besi juga dapat larut dengan larutan asam.

Mesin Ultrasonic Cleaner

Mesin Ultrasonic CleanerUltrasonic Cleaner merupakan alat yang berguna untuk membersihkan gelombang ultrasonik pada suatu benda secara tepat dan cepat. Pada dunia kedokteran alat ini berfungsi untuk membersihkan atau mensterilkan peralatannya hingga komponen terkecil. Selain itu alat ini juga dimanfaatkan untuk mencuci jenis perhiasan agar terlihat bersih dan mengkilap.

utrasonik cleaner.JPG

Gelombang ultrasonik bisa digunakan menggunakan air biasa, akan tetapi tidak akan se-efektif ketika ditambah solvent khusus yang akan membuat efek lebih maksimal. Proses pembersihan pada ultrasonic cleaner sekitar 3 sampai 6 menitan. Dan dengan pesatnya perkembangan alat ukur dan tester sekarang alat ini sudah banyak dijual diberbagai media-media online maupun media-media offline.

Pembersihan ultrasonik dilakukan bersama gelombang kavitasi yang diinduksikan dengan tekanan frekuensi yang tinggi. Proses agitasi akan menimbulkan tekanan besar pada objek yang melekat seperti gelas, karet, keramik dan plastik. Tekanan tersebut akan masuk lewat lubang objek diatas.

Tujuan sebenarnya ialah membersihkan segala kontaminasi yang terdapat pada benda padat. Cairan pembersihnya juga berbeda, tergantung dengan jenis kontaminasinya. Kontaminan ini bisa berupa debu, jamu, bakteri dan masih banyak lagi.

Pembersih ultrasonik ini bisa dipakai untuk berbagai ukuran, jenis dan material alat bantu, dan tidak perlu dipisahkan bagian-bagiannya saat dibersihkan. Sample tidak boleh diletakan pada keadaan bawah alat pada saat proses pembersihan, karena mencegah proses cavitasi pada sample tersebut tidak terkena cairan atau air. Maka dari karena itu diperlukan alat untuk menahan sample diatas bagian bawah.

Ketika mendapatkan sistem ultrasonik dengan jumlah frekuensi antara 20 sampai 950 kHz, dan dapat dipilih berdasar pekerjaan, jenis dari kontaminan alat yang akan dibersihkan dan tingkat kebersihannya yang akan dicapai.

Standar frekuensi saat pembersihan

Frekuensi yang paling umum dimanfaatkan sebagai pembersihan berat pada mesin logam berat, tanah yang sangat berminyak sekitar 20-40 kHz.

Frekuensi yang berfungsi untuk pembersihan umum dari mesin optik dan sangat baik untuk membersihkan partikel kecil berkisar 4-70kHz.

Frekuensi yang dipakai untuk pembersihan ringan secara ultra dari optik, semikonduktor dan disk drive bernilai 70-200 kHz.