Pengaruh Gas Etilen Terhadap Pematangan Buah

Pengaruh Gas Etilen Terhadap Pematangan Buah – Etilen merupakan senyawa hidrokarbon tidak jenuh yang di suhu kamar berbentuk gas. Etilen bisa dihasilkan oleh jaringan tumbuhan hidup, pada waktu tertentu senyawa etilen bisa mengakibatkan terjadinya perubahan penting pada proses pertumbuhan dan pematangan hasil pertanian.

Pengaruh Gas Etilen Terhadap Pematangan Buah
Etilen yaitu suatu gas yang pada kehidupan tanaman bisa dikelompokan sebagai hormon yang aktif pada proses pematangan. Karena bisa memenuhi persyaratan sebagai hormone seperti dihasilkan oleh tumbuhan, bersifat mobil pada jaringan tumbuhan dan merupakan senyawa organik maka disebut hormone.

Secara tak disadari, pemakaian etilen dalam proses pematangan sudah lama dilaksanakan, sebelum senyawa itu diketahui nama dan juga peranannya. Walaupun sudah ada bukti yang cukup meyakinkan yang mendukung pandangan bahwa etilen sebenarnya adalah hormon pematangan.

Tetapi dalam penelitian ditemui beberapa kesulitan, diantaranya yaitu orang belum berhasil menghilangkan seluruh etilen yang ada pada jaringan untuk menunjukkan jika proses pematangan akan tertunda jika etilen tidak ada.

Usaha untuk mengetahui lebih lanjut tentang biogenesis pembentukan etilen terus terjadi dengan dimulai penelitian oleh para pakar, kali ini penelitian dengan menggunakan etilen itu sendiri dengan kegiatan yang khusus pada jaringan beberapa buah-buahan yang kemungkinan bisa menjelaskan suatu tanda tanya berhubungan dengan biogenesis pembentukan.

Etilen dibuat oleh tanaman tingkat tinggi dari asam amino metionin yang esensial pada semua jaringan tanaman. Produksi etilen tergantung dari tipe jaringan, spesies tanaman, dan tingkatan perkembangan.

Etilen dibentuk dari metionin melalui tiga proses:
1.ATP adalah komponen penting dalam sintesis etilen. ATP dan air akan membuat metionin kehilangan tiga gugus fosfat.
2.Asam ACC-sintase kemudian memfasilitasi produksi ACC dan SAM.
3.Oksigen diperlukankan untuk mengoksidasi ACC dan memproduksi etilen. Reaksi ini dikatalisasi memakai enzim pembentuk etilen.

Biasanya dilakukan penelitian yang fokus pada efek pematangan buah. ACC sintase pada tomat menjadi enzim yang dimanipulasi melalui bioteknologi untuk tidak mempercepat pematangan buah sehingga rasa tetap terjaga.

Etilen merupakan zat cair yang tidak berwarna, kental dan juga manis, mudah larut dalam air, mempunyai titik didih relatif tinggi dan titik beku rendah. Senyawa etilen sering dipakai sebagai pelarut dan juga bahan pelunak.

Pada bidang pertanian etilen dipakai sebagai zat pemasak buah. Etilen yaitu hormon tumbuh yang berlainan dengan auksin, griberelin dan sitokinin. Dalam kondisi normal, etilen berbentuk gas dan struktur kimianya sederhana sekali.

Etilen di alam akan berpengaruh jiks terjadi perubahan secara fisiologis pada suatu tumbuhan. Hormon ini berperan pada proses pematangan buah dalam fase klimaterik.
Apabila anda ingin mencari tempat yang jual detector gas anda bisa mencari dan membelinya di alat ukur Indonesia, karena di toko ini menyediakan alat ukur  yang terpercaya.

Automatic Weather Stations (AWS)

Automatic Weather Stations (AWS) – AWS merupakan stasiun yang memiliki kemampuan untuk melakukan pengamatan dan pengiriman atau mencatat hasil dari pengamatan parameter cuaca secara otomatis, secara langsung membuat kode-kode yang telah dikonversi.

Automatic Weather Stations (AWS)
AWS memiliki bagian yang sangat penting, yaitu microcontroller atau microprocessor, yairu bagian yang dapat berfungsi sebagai pengedali kerja AWS. Maka dari itu, alat pengukur cuaca ini sangat dibutuhkan bagi BMKG untuk meninjau cuaca. Untuk mengetahui tentang AWS, dapat anda buka website alat ukur indonesia.

Microprocessor pada AWS memiliki kemampuan untuk melakukan kerja sebagai berikut :
– Pengontrol hubungan dengan peralatan luar.
– Pengatur fungsi waktu.
– Mamapu memproses pengiriman data.
– Mampu memproses data yang dikirim dari sensor tersebut.

Berdasarkan penggunaannya AWS dapat dibedakan menjadi :

1. Real-time AWS,

yaitu stasiun yang mampu menghasilkan data meteorologi, AWS tipe ini mampu digunakan untuk pengamatan sinoptic, memonitor keadaan bahaya misalnya banjir, badai, air pasang.

2. Off line AWS,

yaitu stasiun yang mampu melakukan penyimpanan data baik didalam maupun diluar peralatan tersebut. Pengamat harus penyimpanan data dan mengolah data. Stasiun tipe ini merupakan stasiun klimatologi dan untuk melakukan surve.

Secara hardware, komponen AWS dibagi menjadi beberapa bagian utama yaitu :

1.Sensor AWS

yaitu sebuah komponen yang dapat digunakan untuk melakukan pengamatan cuaca, biasanya dipasang pada tower meteorologi dan terhubung dengan CPS (Central Processing System) dengan fiber optic, sheilded cable, maupun radio link.

2.Central Processing System (CPS)

CPS adalah sebuak komponen yang berfungsi sebagai pengumpul data dan mengkonversikannya kedalam komputer, didalam CPS terdapat komponen yang bernama microprocessor yang mampu melakukan pengaturan pengolahan data dari sensor, penyimpanan data, serta mentransmisikan data.

3.Peralatan pelengkap

Pada bagian ini adalah penunjang kerja pada AWS, misalnya: Stabilizer Power Supply,  UPS, seven segment display, komputer, printer dan lain sebagainya.

Sensor pada AWS
Sensor yang digunakan pada AWS tidaklah jauh berbeda dengan sensor yang biasa digunakan oleh peralatan kovensional, tetapi sensor yang digunakan AWS memiliki keluaran sinyal elektronik yang berupa digital maupun analog.

Sensor yang digunakan dalam AWS yaitu :

a.Analog sensor.
Yaitu sensor keluaran sensor analog yang berupa arus, tegangan, resistansi dan kapasitansi.

b.Digital sensor.
Yaitu keluaran sensor yang berupa frekuensi atau pulsa.

c.Inteligent sensor.
Pada sensor ini terdapat microprocessor dan keluarannya berbentuk digital, keluarannya melalui paralel maupun serial port.

Mengukur Intensitas Cahaya Dengan Lux Meter

Mengukur Intensitas Cahaya Dengan Lux Meter – Cahaya sangat dibutuhkan oleh kita apalagi untuk belajar maupun bekerja di malam hari pasti membutuhkan cahaya yang baik agar proses belajar maupun bekerja menjadi lancar. Lux meter adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya pada sebuah tempat maupun ruangan.

Mengukur Intensitas Cahaya Dengan Lux Meter

Dalam penggunaan dilapangan liux meter lebih sering digunakan pada bidang arsitektur, industri, dan lain-lain. Prinsip kerja lux meter pun banyak digunakan pada alat yang biasa digunakan pada fotografi, contohnya pada alat available light, reflected lightmeter, dan incident lightmeter. Selain itu dalam penelitian mengenai keanekaragaman dan lain- lain yang senantiasa dibutuhkan data mengenai tingkat pencahayaan alat lux meter pun dapat digunakan.

Alat ini memakai satuan lux dalam pengukurannya. Pada lux meter terdapat sebuah sensor cahaya yang memiliki fungsi untuk mengubah cahaya menjadi pulsa yang akan dibaca oleh lux meter. Apabila anda ingin menggunakan alat lux meter anda bisa membelinya secara online di trijinx.com, di toko ini jual alat pengukur intensitas cahaya dengan kualitas yang baik dan terpercaya.

Bagian – bagian alat lux meter yaitu:
1.Tombol range yaitu tombol untuk kisaran
2.Tombol power yaitu tombol untuk menyalakan dan mematikan alat
3.Layar panel yaitu layar untuk menampilkan hasil pengukuran
4.Tempat baterai yaitu untuk memasang dan mengganti baterai
5.Sensor cahaya yaitu untuk mengukur cahaya
6.Kabel penghubung yaiut kabel penghubung sensor dengan alat sehingga terbaca pada layar panel

Cara memakai lux meter yaitu:
1.Tekan tombol ”off/on” kearah On untuk menyalakan alat lux meter.
2.Pilih kisaran range yang akan diukur ( 2.000 lux, 20.000 lux atau 50.000 lux) di tombol Range.
3.Arahkan sensor cahaya dengan memakai tangan pada permukaan daerah yang akan diukur kuat penerangannya.
4.Lihat hasil pengukuran pada layar panel.

Yang harus diperhatikan dalam memakai alat ini yaitu alat sensornya, karena sensor tersebut yang akan mengukur kekuatan penerangan suatu cahaya. Oleh karena itu sensor harus diletakkan pada daerah yang akan diukur tingkat kekuatan cahayanya secara tepat agar hasil yang ditampilkan pun akurat.

Selain lux meter light meter juga merupakan alat yang dipakai untuk mengukur intensitas cahaya di sebuah tempat maupun ruangan. Alat ukur tersebut memiliki kegunaan yang sama. Pada suatu tempat kerja harus memiliki intensitas cahaya yang baik agar mendukung proses kerja dan proses produktifitas.

Mengenal Lux Meter

 Mengenal Lux Meter – Lux meter adalah sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kuat penerangan (tingkat penerangan) yang terdapat pada suatu area atau daerah tertentu. Alat ini didalam menampilkan hasil pengukurannya menggunakan format digital.

Mengenal Lux Meter

Lux meter terdiri dari rangka, sebuah sensor dengan sel foto dan layar panel. Sensor diempatkan pada sumber cahaya yang akan diukur intenstasnya. Cahaya  menyinari sel foto sebagai energi yang dilanjutkan oleh sel foto menjadi arus listrik.

Makin banyak cahaya yang diserap oleh sel, maka arus yang akan dihasilkan juga semakin besar. Untuk mencapai tujuan tertentu di dalam fisika, biasanya kita melakukan pengamatan yang disertai pengukuran.

Pengamatan gejala secara umum yang tidak lengkap ketika tidak disertai data kuantitatif yang didapat dari hasil pengukuran tersebut. Pada kesempatan ini kita akan mengetahui tentang Iluminasi yang berhubungan dengan pencahayaan, serta melakukan pengukuran tingkat iluminasi menggunakan alat test intensitas cahaya yang dinamakan lux meter.

Sebelumnya perlu diketahui definisi tentang cahaya sebelum berbicara mengenai iluminasi (penerangan). Cahaya yaitu sejenis energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang dapat dilihat dengan mata. Cahaya sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Matahari merupakan sumber cahaya utama yang dibutuhkan di bumi. Tumbuhan hijau memerlukan cahaya untuk melakukan proses fotosintesis. Sinar matahari yang datang disebut sebagai sinar alami. Sifat-sifat cahaya yaitu, cahaya bergerak lurus ke semua arah.

Buktinya adalah kita mampu melihat sebuah lampu yang menyala dari segala penjuru dalam ruangan gelap. Iluminasi merupakan tingkat atau kuat penerangan yang berhubungan langsung dengan cahaya (pencahayaan).

Berbicara tentang pencahayaan berarti kita membagi dua sumber pencahayaan menjadi dua bagian  yaiut, cahaya alami dan cahaya buatan. Cahaya alami merupakan cahaya yang bersumber pada matahari sebagai sumbernya.

Cahaya alami dibagi menjadi dua macam yaitu cahaya matahari dan cahaya pantulan. Cahaya matahari adalah cahaya yang langsung bersumber dari matahari tanpa ada perantara yang mempengaruhi Cahaya pantulan merupakan cahaya yang telah terkena pengaruh dari luar baik itu dipantulkan ataupun dengan perlakuan lainnya.

Cahaya buatan merupakan cahaya yang bersumber selain dari matahari dan biasanya sengaja dibuat. Untuk mengukur tingkat iluminasi dapat kita gunakan suatu  alat test intensitas cahaya yang disebut dengan lux meter.

Menurut trijinx.com fungsi dari bagian- bagian lux meter yaitu :

  1. Layar panel : Menampiilkan hasil pengukuran
  2. Tombol Off/On : Tombol  yang digunakan untuk menyalakan atau mematikan alat
  3. Tombol Range : Tombol kisaran ukuran
  4. Zero Adjust VR : Berfungsi sebagai pengkalibrasi alat
  5. Sensor cahaya : Alat untuk mengukur cahaya.

Cara Menggunakan TDS Meter Hidroponik

Cara Menggunakan TDS Meter Hidroponik –  TDS meter merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah partikel yang terkandung dalam sebuah air. Karena partikel yang terkandung dalam air tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, maka kita perlu mengukurnya menggunkan tds meter.

cara-menggunakan-tds-meter-hidroponik

Setiap air memiliki partikel, baik partikel padatan seperti kandungan logam misalnya : tembaga, aluminium, besi, mangan, dll maupun partikel non padatan seperti : microorganisme, dll. TDS meter biasanya digunakan untuk mengukur kualitas air minum, mengukur kemurnian air, mengukur partikel ( jumlah nutrisi ) yang terdapat disebuah larutan yang akan digunakan untuk tanaman hidroponik.

Setiap jenis tanaman membutuhkan jumlah nutrisi ( kepekatan ) pada larutan yang berbeda – beda. Pengukuran larutan yang akan digunakan untuk tanaman hidroponik perlu dilakukan. Karena apabila nutrisi yang terkandung pada larutan yang akan digunakan untuk tanaman hidroponik memiliki jumlah yang normal, maka tanaman dapat berkembang dengan baik.

Misalnya tanaman cabai dan tomat memerlukan kepekatan pada larutan yang lumayan tinggi yaitu sekitar 1500 – 2000 ppm, sayuran memerlukan kepekatan pada larutan sekitar 900 – 1200 ppm, dan tanaman bunga anggrek memerlukan kepekatan pada larutan yang cukup rendah yaitu sekitar 300 –  400 ppm.

Diusahakan air yang terkandung dalam larutan yang akan digunakan untuk tanaman hidroponik memiliki kepekatan  yang normal. Karena apabila kepekatan yang terkandung dalam larutan, melebihi atau kurang dari jumlah normalnya maka akan mengakibatkan resiko yang fatal yaitu kematian pada tanaman tersebut.

Satuan yang digunakan pada tds meter adalah ppm “ part per million ” yang artinya  per juta bagian. Cara mengukur larutan yang akan digunakan untuk tanaman hidroponik dapat dilakukan dengan mudah yaitu dengan cara menyelupkan tds meter kedalam larutan dengan kedalaman sekitar 5 cm dengan jangka waktu antara  2 – 3 menit. Maka dengan sendirinya hasil pengukuran akan muncul, namun jangka waktu harus diperhatikan karena hasil yang terdapat pada display masih berubah – ubah.

Agar pengukuran memiliki hasil yang akurat, maka kita perlu menjaga komponen tds meter tersebut dengan menggunakan petunjuk yang ada pada saat pengukuran dilakukan. Jika anda ingin mencari informasi mengenai tds meter dan alat ukur lainnya, maka anda dapat membuka website alat ukur indonesia. Apabila anda ingin membeli tds meter, sekarang ini banyak tempat jual tds meter.

Untuk pemakaian dengan jangka waktu yang lama,maka kita perlu menghindari pengukuran menggunakan tds meter pada larutan dengan suhu dibawah suhu kamar ( air dingin /es ), larutan dengan suhu diatas suhu kamar ( air panas ), air aki, air laut, air yang tidak termasuk dalam daftar pengukuran dari spesifikasi alat tersebut.

Pengaruh Daun Ketapang Terhadap PH Air

Pengaruh Daun Ketapang Terhadap PH Air – PH merupakan derajat keasaman yang digunakan untuk mengukur nilai keasaman atau kebasaan dari suatu air. PH yang tepat pada air yaitu sekitar 7 jadi jika air memiliki jumlah pH tidak normal maka kita perlu menanganinya agar pHnya dapat normal kembali. Masalah yang sering terjadi pada  pH air yaitu pH yang terlalu rendah maupun pH yang terlalu tinggi.

192756

Biasanya pH yang rendah dapat mengakibatkan rasa air tersebut bersifat asam namun jika air yang memiliki pH tinggi maka rasa  air tersebut bersifat basa. Untuk mengetahui pH pada air maka kita perlu mengukurnya dengan pH meter.

Air pada kolam budidaya ikan  perlu  dijaga pH airnya agar  tetap normal,supaya pertumbuhan ikan dapat berkembang dengan baik. Namun apabila air kolam tiba – tiba jumlah pHnya naik,maka kita perlu menurunkan jumlah pHnya agar dapat normal kembali. Cara untuk menurunkan jumlah pH pada air kolam dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan pemakaian pH down,menggunakan kayu dam asam fosfat dengan dosis yang tepat,maupun menggunakan daun ketapang.

Karena daun ketapang memiliki kemampuan untuk menurunkan pH air dan menyerap bahan kimia berbahaya yang berada didalam kolam,maka dapat memberikan kondisi nyaman untuk ikan yang ada di kolam tersebut. Daun ketapang banyak mengandung asam organik yaitu asam  tannin dan asam humic. Asam humic merupakan campuran yang kompleks yang digunakan untuk pembusukan pada sebagian  bahan – bahan organik.Asam humic mengandung nitrogen,belerang,dan fosfat serta zat yang lain seperti Ca,Mg,Zn,Cu dan lain – lain.

Menurut ukuran dan polaritas masing – masing komponennya,asam humic dibagi menjadi dua yaitu pecahan yang lebih kecil disebut asam fulvic dan yang lebih besar yang bukan polar disebut  asam humic.

Asam tannin dan asam humic dapat menyebabkan warna kolam berubah menjadi warna kuning,namun perubahan warna pada air kolam dapat bermanfaat untuk mencegah berkembangnya berbagai bakteri dikolam tersebut.Sehingga ikan yang ada didalamnaya dapat berkembang dengan baik.  Selain itu juga dapat menetralkan dan menyerap racun dari  bahan kimia logam berat seperti  seng,tembaga dan aluminium. Pemakaian daun ketapang juga tidak boleh berlebihan karena dapat menurunkan jumlah pH secara berlebihan.

Untuk mengurangi warna kuning pada kolam dapat kita cegah dengan cara :

  • Jemur terlebih dahulu daun ketapang yang telah diambil.
  • Rebus daun ketapang yang telah dijemur.
  • Lalu masukan daun ketapang yang telah direbus kedalam kolam.

Setelah pemakaian daun ketapang untuk menurunkan pH kolam,maka kita perlu mengukurnya kembali menggunakan pH meter untuk memastikan agar pH air kolam telah mencapai jumlah normalnya. Anda harus membeli pH meter pada toko  yang menjual pH meter terpercaya. Di CV Java Multi Madiri juga menyedikan pH meter  dengan berbagai jenis warna dan bentuk.

Pengaruh pH Terhadap Biota Air

Pengaruh pH Terhadap Biota Air –  PH merupakan derajat keasaman yang dimiliki oleh suatu larutan sehingga sering digunakan sebagai petujuk untuk menyatakan kualitas air tersebut. PH yang  baik untuk  kehidupan organisme akuatik pada umumnya memiliki pH sekitar 7 sampai 8,5. Jika air memiliki  sifat asam berarti air tersebut memiliki pH kurang dari 7 namun jika air memiliki sifat basa berarti air tersebut memiliki pH lebih dari 7.

halo-hi2202-02-edge-blu-phmetro-con-conexion-bluetooth

Pada umumnya perairan alami memiliki pH sekitar 6 sampai 9. Sebagian besar dari biota air menyukai pH sekitar 7 sampai 8,5 karena biota air sensitif terhadap perubahan pH.  Fitoplankton dapat mendominasi suatu tempat sesuai dengan nilai pH  yang ada pada tempat tersebut.

Metabolisme dan respirasi pada perairan dapat terjadi karena pH dalam air yang tidak normal sehingga dapat membahayakan  keberlangsungan hidup organisme. Selain itu pH yang rendah dapat membahayakan keberlangsungan hidup biota air karena adanya mobilitas senyawa logam berat yang bersifat toksik yang tinggi.

PH yang tinggi juga mengakibatan keseimbangan antara ammoniak dan ammonium  dalam air  dapat terganggu, karena ammoniak memiliki sifat toksik. Sehingga dapat mengganggu biota air apabila pH naik diatas jumlah normal dapat  meningkatkan konsentrasi ammoniak.

Batas toleransi bagi biota air terhadap pH tergantung pada suhu,kandungan garam-garam ionik dalam perairan dan oksigen terlarut. Oksigan terlarut merupakan komponen yang sangat penting bagi biota laut karena dibutuhkan dalam proses respirasi.

Apabila air bersifat asam ( pH kurang dari 7) maupun  bersifat basa ( pH lebih dari 7), maka dapat kita atasi dengan cara berikut :

1.Cara menaikkan pH air :

  • Pemakaian pelepah daun pisang yang dipotong kecil-kecil,lalu  dilemparkan kedalam air yang akan kita naikkan pHnya.
  • Menggunakan pH Up.
  • Menggunakan sodium karbonat dengan takaran yang tepat.

2. Cara menurunkan pH air :

  • Memakai daun  ketapang. Sebelum memakai daun ketapang dalam menurunkan pH maka kita perlu merebus terlebih dahulu daun ketapangnya agar zat taninnya dapat hilang.  Karena apabila tidak direbus maka pada proses fermentasi warna air dapat berubah menjadi kuning karena pengaruh dari zat tanin tersebut.
  • Pemakaian pH down.
  • Menggunakan kayu dan asam fosfat dalam jumlah yang pas.

Itulah pembahasan mengenai pengaruh pH terhadap biota air. Karena jumlah pH dalam air sangat penting maka kita perlu mengukurnya secara berkala dengan menggunakan   pH meter. Selain lebih mudah dalam pengukuran kini juga banyak toko alat ukur yang menjual pH meter. Di CV Java Multi Mandiri juga menyediakan pH meter dengan berbagai warna,ukuran dan bentuk.